Ia menambahkan bahwa tingkat permintaan chip memori saat ini sudah 50% lebih tinggi dibandingkan total pasokan yang sanggup diproduksi industri.
Optimisme Micron terhadap lonjakan pemakaian robot humanoid sejalan dengan proyeksi analisis Morgan Stanley. Lembaga keuangan tersebut memperkirakan pasar robotik global akan tumbuh secara eksponensial hingga mencapai 930 juta unit dengan nilai pasar USD 5 triliun (sekitar Rp 77.000 triliun) per tahun pada 2050. Untuk jangka pendek menjelang tahun 2030, pengapalan robot humanoid diprediksi berkisar antara 250.000 hingga 1,2 juta unit per tahun.
Tingginya harga DRAM akibat booming AI sebelumnya telah membuahkan keuntungan rekor bagi produsen memori global seperti Samsung dan SK Hynix yang berujung pada pembagian bonus masif bagi para koki chip mereka--langkah yang kini juga tengah dituntut oleh serikat pekerja Micron, demikian dikutip NadiKabar dari Techspot, Senin (5/10/2026).