"Ketika peternak mendapat akses sarana produksi, pendampingan, dan kepastian pasar, produktivitas meningkat dan usaha menjadi lebih kuat. Pada akhirnya, yang kita bangun bukan hanya usaha peternakan, tetapi ekosistem pangan yang mampu menjaga pasokan protein hewani sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak," tegas Agung.

Di sisi lain, Ketua Koperasi LPER Mulyadi Atma, menyampaikan apresiasi kepada Ditjen PKH dan JAPFA atas terjalinnya kerja sama ini. Ia berharap kerja sama tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan direplikasi di seluruh wilayah keanggotaan LPER yang tersebar di 17 provinsi.

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada anggota LPER yang mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam kerja sama ini agar dapat menjaga amanah dan menjalankan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.

"Dengan demikian, kerja sama dapat berjalan dengan lancar, memberikan manfaat yang optimal, serta menciptakan nilai bagi kedua belah pihak," ucapnya.