Vitamin D yang dihasilkan oleh matahari bisa membantu sistem kekebalan tubuh memproduksi protein yang bisa melawan patogen penyebab penyakit. Tubuh yang kekurangan vitamin D bisa menurunkan fungsi kekebalan tubuh. Hal ini bisa membuat tubuh rentan infeksi seperti flu, pilek, dan penyakit lainnya.

Mengutip dari The Healthy, kurangnya paparan sinar matahari bisa mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun. Efeknya adalah saat di siang hari tubuh akan mudah lelah lalu di malam hari tidur kurang berkualitas, bahkan bisa memicu insomnia.

Kekurangan sinar matahari bisa membuat otot dan tulang menjadi nyeri. Vitamin D bisa mendorong tubuh menyerap kalsium dan mineral yang berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang. Dalam jangka panjang, minimnya vitamin D bisa menyebabkan osteoporosis atau pengeroposan tulang.

Kekurangan vitamin D bisa menurunkan produksi energi di dalam sel yang membuat kekuatan otot menjadi melemah. Kondisi ini membuat tubuh menjadi lelah sehingga energi untuk berolahraga atau melakukan aktivitas fisik menurun. Kurangnya gerakan tubuh bisa membuat berat badan berpotensi naik.

Mengutip Mayo Clinic, kurangnya sinar matahari bisa menurunkan kadar serotonin yang merupakan zat kimia di otak untuk mengatur suasana hati. Kadar serotonin yang rendah bisa memicu depresi bagi sebagian orang.