Jaringan pipa itu dioperasikan oleh Saudi Aramco, perusahaan minyak yang mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah Arab Saudi. Kementerian Energi Saudi menyatakan pipa ditutup sementara sebagai langkah pencegahan.
Kantor Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi menyatakan serangan berasal dari Provinsi Maysan di tenggara Irak. Meski demikian, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Pemerintah Arab Saudi maupun Irak juga belum secara terbuka mengidentifikasi kelompok yang diduga berada di balik serangan. Irak sendiri menjadi tempat beroperasinya sejumlah kelompok bersenjata yang didukung Iran.
Analis kebijakan keamanan dan pertahanan Wolfgang Pusztai menduga serangan terhadap jaringan pipa minyak Saudi kemungkinan dilakukan oleh salah satu kelompok tersebut.