NADIKABAR.COM β€” PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) mengoptimalkan preservasi jalan tol secara terencana, guna menjaga keandalan infrastruktur, mendukung kelancaran perjalanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jalan.

"Preservasi merupakan bagian penting dari upaya perseroan menjaga kualitas infrastruktur jalan tol di tengah beban lalu lintas yang berlangsung setiap hari," kata Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Pihaknya mengoptimalkan preservasi jalan tol untuk menjaga keandalan infrastruktur yang memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta meminimalkan gangguan terhadap kelancaran perjalanan.

Pelaksanaan pemeliharaan disesuaikan secara terukur, dengan kondisi perkerasan dan tingkat kerusakan di lapangan agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.

β€œJalan tol menerima beban lalu lintas setiap hari, sehingga membutuhkan preservasi berkala untuk menjaga kondisi perkerasan dan mencegah kerusakan berkembang lebih jauh," ujarnya lagi.

Ia menuturkan pemeliharaan yang tepat menjadi bagian penting dalam mempertahankan keandalan infrastruktur dalam jangka panjang, karena kualitas jalan tol yang terjaga turut mendukung perjalanan pengguna jalan yang lancar, aman, dan nyaman.

Rivan menambahkan preservasi merupakan bagian dari langkah perseroan dalam memperkuat transformasi layanan berbasis customer experience (pengalaman pelanggan) dan customer journey (perjalanan pelanggan).

Langkah tersebut juga selaras dengan arahan Danantara Indonesia dalam mendorong transformasi pelayanan BUMN untuk meningkatkan kualitas layanan dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

β€œJasa Marga terus memperkuat integrasi tiga pilar layanan meliputi preservasi, rest area, dan layanan informasi jalan tol, sebagai bagian dari transformasi pelayanan untuk meningkatkan customer experience,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rivan mengakui salah satu tantangan dalam menjaga kondisi perkerasan jalan tol adalah kendaraan dengan muatan berlebih (over dimension over loading/ODOL).

Beban kendaraan yang melampaui batas kemampuan desain jalan dapat mempercepat kerusakan struktur perkerasan, sehingga berpotensi memperpendek umur layanan jalan tol dan meningkatkan kebutuhan preservasi.

β€œKondisi ini semakin menegaskan pentingnya pengendalian kendaraan ODOL untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan infrastruktur jalan tol,” tambah Rivan.

Dalam pelaksanaannya, Jasa Marga menyesuaikan metode preservasi dengan jenis dan tingkat kerusakan perkerasan.

Penanganan ringan dilakukan melalui patching atau penambalan pada titik kerusakan, sedangkan scrapping & filling dilakukan dengan mengupas lapisan aspal yang mengalami penurunan kualitas dan menggantinya dengan lapisan baru.

Pekerjaan tertentu dijadwalkan pada malam hari, khususnya pada pukul 22.00-05.00 WIB, dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan kebutuhan penanganan di lapangan.

Pengaturan jadwal dan tahapan pekerjaan tersebut dilakukan untuk meminimalkan gangguan terhadap perjalanan pengguna jalan tanpa mengabaikan kualitas hasil pekerjaan dan keselamatan.

Untuk kerusakan yang lebih berat, Jasa Marga dapat melakukan rekonstruksi perkerasan, baik pada jalan beraspal maupun beton.

Pekerjaan itu mencakup pembongkaran bagian perkerasan yang rusak dan perbaikan struktur sesuai kebutuhan teknis, termasuk pemulihan lapisan fondasi atau penggantian pelat beton.

Durasi rekonstruksi bergantung pada tingkat kerusakan, metode penanganan, dan kondisi lapangan. Berbeda dengan penanganan ringan, rekonstruksi membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih panjang, yakni sekitar 1-4 hari, bergantung pada kondisi kerusakan dan metode penanganan.

Pada pekerjaan beton, jalan baru dapat dibuka kembali setelah memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan untuk memastikan keamanan pengguna jalan.

β€œKami memahami pekerjaan preservasi dapat mempengaruhi kelancaran perjalanan pengguna jalan dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan," ujarnya pula.

Karena itu, kata Rivan, pelaksanaan pekerjaan terus dievaluasi, mulai dari pengaturan waktu dan tahapan pengerjaan hingga pengamanan di lokasi agar gangguan perjalanan dapat diminimalkan dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan dan keselamatan.

Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi waktu perjalanan, mematuhi rambu dan arahan petugas di sekitar lokasi pekerjaan, serta tetap mengutamakan keselamatan berkendara.