Pada pilar layanan preservasi, Jasa Marga mengembangkan sistem TROOPS (Tollroad Real Time Operation Oversight Performance System) dan sarana pendukung seperti Hawkeye yang memungkinkan kondisi infrastruktur jalan teridentifikasi lebih dini. Dengan begitu, proses pelaporan, penentuan kebutuhan pemeliharaan, hingga respons perbaikan dapat dilakukan secara lebih terukur, responsif, dan terstandar.

Penguatan keselamatan juga dilakukan melalui penanganan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL). Saat ini volume truk sebesar 13% dari total lalu lintas di jalan tol Jasa Marga Group, namun terlibat dalam sekitar 70% kejadian khusus.

"Karena itu, Jasa Marga terus berkolaborasi secara intensif dengan Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri. Integrasi sistem Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe) dengan Weigh In Motion (WIM) dan RFID Reader menjadi penting untuk mendukung pengawasan kendaraan angkutan barang. Integrasi ini merupakan bagian dari upaya Jasa Marga mendukung penanganan Zero ODOL 2027 sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan," jelas Rivan.

Pada pilar layanan rest area, Jasa Marga mengembangkan sejumlah showcase rest area melalui penataan kawasan, rejuvenasi fasilitas, penguatan UMKM, penambahan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), serta penerapan pengelolaan sampah (waste management) dan kawasan hutan kota (urban forest area). Langkah tersebut diarahkan untuk mentransformasi rest area dari sekadar transit area menjadi destination area yang modern, humanis, dan nyaman, sekaligus memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi.

Sementara itu, pada pilar layanan informasi jalan tol, Jasa Marga mengoptimalkan JMTC sebagai pusat integrasi data lalu lintas dan kondisi jalan secara real time untuk mendukung pengambilan keputusan operasional dan penyampaian informasi kepada pengguna. Ekosistem tersebut diperkuat melalui Travoy dan Radio Travoy FM agar informasi perjalanan tersedia secara tepat dan mudah diakses pengguna.

Pada kesempatan yang sama, Wamildan menegaskan pentingnya kolaborasi untuk mendorong transformasi BUMN transportasi, khususnya dalam menghadirkan pelayanan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Danantara Indonesia menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas layanan karena BUMN merupakan wajah negara yang hadir dan berinteraksi secara langsung dengan publik.