"Karena itu, keberhasilan Jasa Marga tidak hanya diukur dari pertumbuhan traffic, pendapatan tol, maupun penyelesaian proyek strategis jalan tol, tetapi juga dari perubahan nyata yang dirasakan pengguna, tim redaksi lain kondisi jalan yang terjaga, perjalanan yang semakin lancar, keselamatan pengguna yang semakin terjamin, serta kemampuan mengantisipasi dan menangani gangguan secara cepat," tutur Wamildan.

Ia juga mengapresiasi kelengkapan fitur Travoy. Namun, mengingat belum seluruh pengguna jalan memanfaatkan aplikasi tersebut, ia mendorong Jasa Marga untuk terus memperluas kanal penyampaian informasi guna memastikan akses informasi perjalanan yang semakin inklusif.

Apresiasi juga diberikan terhadap pengelolaan Travoy Rest KM 88A dan KM 88B Jalan Tol Cipularang yang dinilai telah menunjukkan standar pelayanan yang baik. Ia berharap praktik tersebut dapat direplikasi pada rest area lainnya dengan standar yang seragam dan konsisten, baik dalam target jangka pendek maupun jangka panjang.

Upaya penguatan layanan Jasa Marga tercermin dari Indeks Kepuasan Pelanggan tahun 2025 yang mencapai 5,13 dari skala 6 dengan kategori "Puas", meningkat 0,09 dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pada semester I 2026, tingkat kepuasan pengguna terhadap pelayanan bantuan petugas mencapai 98,85%.

Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen Jasa Marga untuk terus meningkatkan kualitas layanan pada setiap titik interaksi dengan pengguna jalan.

Sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia yang mengoperasikan 32 ruas dengan total konsesi 1.294 kilometer, Jasa Marga terus berupaya menghadirkan perjalanan yang lancar, mudah, aman, nyaman, dan berkeselamatan, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pengguna jalan. Hal ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya Asta Cita ketiga dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur berkelanjutan serta meningkatkan keselamatan konektivitas nasional.