"Kami ingin hadir bukan hanya ketika kecelakaan sudah terjadi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memperkuat perlindungan masyarakat,” paparnya.

Ia mengatakan keselamatan transportasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Dalam ekosistem tersebut, setiap institusi memiliki fungsi dan kewenangan masing-masing yang harus saling melengkapi.

Jasa Raharja berupaya memperkuat kontribusinya melalui pemanfaatan data kecelakaan, edukasi keselamatan, peningkatan kualitas pelayanan korban, serta dukungan terhadap program-program keselamatan yang dijalankan bersama para pemangku kepentingan.

Komitmen tersebut tercermin dari berbagai program keselamatan transportasi yang telah dijalankan Jasa Raharja.

Sepanjang Januari-September 2026, Jasa Raharja merealisasikan 6.098 program keselamatan transportasi melalui enam pilar intervensi, yakni meliputi edukasi dan sosialisasi, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, intervensi infrastruktur, inovasi teknologi, penelitian dan evaluasi, serta inovasi program.

Kegiatan tersebut antara lain menyasar 875 titik rawan kecelakaan di berbagai wilayah Indonesia.