NADIKABAR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Pulau Jawa masih menjadi tulang punggung utama perekonomian nasional pada kuartal III 2026.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edhy Mahmud mengungkap kontribusi Jawa terhadap PDB pada kuartal III 2026 masih yang tertinggi, yakni sebesar 56,05 persen.

"Posisi Jawa kemudian diikuti oleh wilayah Sumatra yang memberikan kontribusi ekonomi sebesar 22,55 persen," ujar Edhy dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Kamis (5/11).

Lalu, Kalimantan memberikan andil terhadap PDB nasional sebesar 8,25 persen, Sulawesi 7,49 persen, serta Maluku dan Papua yang menyumbang 2,84 persen.

Kendati Jawa mendominasi, laju pertumbuhan ekonomi yang paling melesat pada periode ini dipegang oleh Bali dan Nusa Tenggara (Nusra).

Pertumbuhan ekonomi di Bali dan Nusra tercatat menembus 6,08 persen jika dibandingkan dengan kuartal III 2025.

Kemudian, Jawa dan Sulawesi juga tumbuh di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional, di mana Jawa tumbuh sebesar 5,84 persen dan Sulawesi tumbuh sebesar 5,68 persen

Sementara itu, tiga kawasan lainnya mencatatkan pertumbuhan di kisaran tiga hingga empat persen. Sumatra tumbuh sebesar 4,95 persen, Maluku dan Papua 4,42 persen, Kalimantan 3,96 persen.

Edhy turut membedah lebih rinci sektor pendorong utama di masing-masing kawasan beserta provinsi penyumbang andil terbesarnya.

Untuk Jawa, motor penggerak ekonominya bertumpu pada sektor industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi. DKI Jakarta menjadi provinsi penyumbang pertumbuhan tertinggi sebesar 1,63 persen.

Dinamika serupa terjadi di Sumatra yang ditopang oleh tiga sektor identik dengan Provinsi Sumatra Utara memimpin laju pertumbuhan lewat andil sebesar 1,13 persen.

Di Bali dan Nusra, sektor pertambangan, industri pengolahan, dan perdagangan menjadi penggerak utama. Di kawasan ini, Provinsi Bali menyumbang lonjakan yang paling dominan, yakni sebesar 2,79 persen.

Berikutnya, pertumbuhan ekonomi Kalimantan didukung oleh industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian, dengan Kalimantan Timur bertindak sebagai penyumbang terbesar melalui andil 1,78 persen.

Adapun untuk kawasan timur Indonesia, Sulawesi tumbuh melalui industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan. Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan kontributor terbesar, yaitu 2,54 persen.

Di wilayah Maluku dan Papua juga didorong oleh industri yang sama dengan Sulawesi. Provinsi Maluku Utara menjadi penyumbang terbesar, mencapai 3,41 persen.