"Anda tidak seperti seorang atlet solo. Anda suka bersama orang lain, mendapatkan energi dan dukungan tambahan untuk terus mendorong diri sendiri," tuturnya.
Keterlibatan Strava dalam JRF 2025 juga memperlihatkan besarnya antusiasme pelari terhadap aktivitas berbasis komunitas. Pada gelaran tahun lalu, Strava mengadakan tantangan segmen yang diikuti hampir 30 ribu orang.
Rosana mengatakan partisipasi tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana pengguna memanfaatkan Strava untuk terlibat dalam kegiatan olahraga bersama.
Pengalaman pada JRF 2025 kemudian menjadi salah satu konteks bagi Strava untuk kembali hadir di gelaran tahun ini. Dalam wawancara tersebut, Rosana menyoroti perkembangan komunitas lari dan keberadaan berbagai brand lokal yang semakin terlihat dalam ekosistem olahraga Indonesia.
Rosana menilai kolaborasi antara komunitas, kreator, dan brand menjadi bagian menarik dari perkembangan budaya olahraga di Indonesia.