Selain tren komunitas, Strava pun melihat pengguna di Indonesia dan Asia Tenggara semakin banyak mengombinasikan beberapa jenis olahraga. Aktivitas lari kini kerap dilengkapi latihan kekuatan, Pilates, hingga jalan kaki.
Rosana menyebut bahwa tren tersebut menarik karena pengguna tidak hanya mengidentifikasi diri melalui satu jenis olahraga, tetapi mulai menjalani berbagai aktivitas untuk menjaga kebugaran.
Perubahan ini turut mendorong Strava mengembangkan fitur yang mendukung aktivitas di luar lari, termasuk fitur muscle map untuk melihat kelompok otot yang dilatih serta latihan kekuatan terpandu.
Meski demikian, Rosana mengatakan pengguna tidak harus memiliki smartwatch untuk mengikuti tutorial latihan kekuatan di Strava. Perangkat yang terhubung dapat memberikan data tambahan, tetapi pengguna tetap bisa mengikuti panduan latihan melalui aplikasi.
"Orang Indonesia suka menginspirasi orang lain dengan membagikan aktivitas mereka kepada komunitas. Ini menjadi salah satu hal yang luar biasa dari pengguna Strava di Indonesia," pungkasnya.