Sebelum penyerahan tugas tersebut, Maruli telah menerima arahan dari Tito mengenai pelaksanaan tugas BNPPDT. Ia menyatakan akan memanfaatkan perangkat kelembagaan yang tersedia untuk menjalankan mandat tersebut sesuai kebutuhan dan prioritas pembangunan.
Dalam kesempatan yang sama, Tito menegaskan BNPPDT memiliki sejumlah tugas strategis, meliputi koordinasi pengelolaan perbatasan darat dan laut, pengelolaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN), penyelesaian persoalan batas negara, serta pembangunan kawasan perbatasan dan daerah terpencil.
"Pertama, untuk menjaga daerah perbatasan dan mengoordinasikan pengelolaannya, terutama perbatasan darat dan laut," ujar Tito.
Terkait pengelolaan PLBN, Tito menyebut terdapat 15 pos lintas batas yang telah dibangun, dengan 12 di antaranya telah beroperasi. Sementara itu, tiga PLBN lainnya belum memiliki counterpart atau fasilitas pendukung di negara tetangga.