Kehadiran bus itu juga menarik perhatian pejalan kaki. Sebagian dari mereka tampak terkejut sebelum menyadari bahwa seluruh kendaraan tersebut dihias menyerupai potongan sushi.
Saat bus berhenti di lampu lalu lintas, staf berinteraksi dengan orang-orang di sekitar dengan membawa papan tanda dan mengajak mereka melambaikan tangan serta mengambil foto.
Yano melanjutkan bahwa sebelumnya ia telah mendirikan tur bertema ninja pada 2016 yang kemudian diikuti dengan kafe ninja.
Dia mengatakan belum ada pengalaman serupa yang menawarkan sushi dengan sistem ban berjalan di dalam bus wisata.
Setelah memilih bus sebagai sarana tur, Yano mempertimbangkan makanan yang sesuai untuk disantap selama perjalanan.
"Ramen terasa terlalu panas dan terlalu berisiko," katanya pula.