Menurut dia, sushi lebih mudah disantap, karena dapat dimakan dalam sekali gigitan dengan satu tangan.
Pengembangan bus tersebut membutuhkan waktu lebih dari dua tahun dan biaya lebih dari 100 juta yen atau sekitar Rp11,3 miliar. Para pengembang juga melakukan lebih dari 100 pengujian pada ban berjalan untuk memastikan piring sushi tetap aman ketika bus bergerak maupun saat melakukan pengereman mendadak.
Mereka menggunakan baki plastik khusus yang dapat diamankan pada ban berjalan untuk menahan piring agar tidak bergeser. Hal ini dikarenakan ikan tidak dapat diiris di dalam bus yang bergerak, bahan tersebut dibeli dalam keadaan sudah dipotong.
Yano menyampaikan potongan ikan yang disajikan berukuran lebih besar dibandingkan restoran sushi dengan ban berjalan pada umumnya, karena hidangan tersebut juga bersaing dengan pemandangan selama perjalanan untuk menarik perhatian penumpang.
https://english.kyodonews.net/articles/-/87694
Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti