Mantan pilot komersial Kapten Byron Bailey mengungkapkan kerumitan menerbangkan pesawat Learjet. Ia mendeskripsikan Learjet sebagai monster karena tenaganya sangat besar.

"Banyak model awal Learjet jatuh pada tahun 60-an karena pilot terlalu agresif dalam memulihkan situasi kehilangan kendali. Mereka menarik (tuas kendali) terlalu keras, berakibat patahnya bagian ekor dan kemudian Anda berada dalam pendaratan menukik fatal," jelasnya.

Learjet 60 adalah pesawat jet bisnis berukuran sedang yang diproduksi Bombardier Aerospace di Wichita, Kansas. Pesawat ini ditenagai dua mesin Pratt & Whitney Canada PW305A dan memiliki jangkauan terbang (dengan 4 penumpang dan 2 awak) sejauh 4.454 km.

"Saya menyebutnya monster karena pesawat ini sangat bertenaga. Pesawat ini mesinnya besar namun sayapnya kecil. Ini berarti kecepatannya lebih tinggi, misalnya kecepatan pendaratannya tinggi," imbuhnya, dikutip NadiKabar dari News 24.