"Yang membangun STY yang menikmati hasilnya John Herdman dengan torehan 1 gelar. Mari rayakan guys," timpal warganet lainnya.
Perdebatan Herdman dan STY sebenarnya sudah muncul sebelum Indonesia menjadi juara. Saat Garuda ditahan Malaysia 0-0 di fase grup, nama STY bahkan kembali menggema dan Herdman mendapat kritik karena dinilai memiliki materi pemain yang lebih mewah. Kala itu Indonesia harus bermain dengan 10 pemain setelah Thom Haye mendapat kartu merah pada menit ke-37.
Catatan awal keduanya memang berbeda. Dalam 10 pertandingan pertama bersama Timnas Indonesia, Herdman membukukan enam kemenangan, dua hasil imbang dan dua kekalahan.
Sementara STY mencatat lima kemenangan, satu imbang dan empat kekalahan dalam 10 laga awalnya. Namun STY memulai pekerjaannya ketika kondisi dan komposisi skuad berbeda dibandingkan yang diwarisi Herdman.
Kini perdebatan itu berbalik setelah Herdman sukses memberikan trofi. Dari urusan gelar bersama Timnas Indonesia, Herdman boleh saja sementara unggul "1-0" atas STY.
Namun bagi sebagian warganet, jasa STY dalam membangun fondasi dan keberhasilan Herdman membawa Garuda menjadi juara tidak harus dipertentangkan.
Ujian berikutnya bagi Herdman pun bakal lebih berat. Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 sudah berada di tangan, tetapi performa Timnas Indonesia di level Asia akan menjadi panggung berikutnya untuk mengukur perkembangan Garuda di bawah arahannya.