Willem bahkan menduga persoalan ijazah dapat menjadi isu politik ketiga yang diarahkan kepada Prabowo sebagai lulusan perguruan tinggi di luar negeri.
"Operasi politik pertama adalah ijazah Pak Jokowi, operasi politik kedua adalah ijazah Mas Gibran, dugaan kami operasi politik ketiga bisa saja, dugaan saya mempermasalahkan ijazah Pak Prabowo sebagai lulusan luar negeri," ujarnya.
"Karena itu dugaan kami target utamanya adalah menggagalkan Prabowo maju di Pemilu 2029 dengan isu ijazah," katanya.
"Jadi operasi politik dan tentu saja penumpang gelap itu sudah menjadi rahasia umum," sambungnya.
Sebelumnya, Jokowi menyebut polemik ijazah dirinya dan ijazah Gibran Rakabuming sebagai operasi politik. Jokowi mengatakan ada penunggang gelap di balik polemik ijazah dirinya dan Gibran.
"Iya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali," kata Jokowi dilansir NadiKabar, Jumat (16/10).
"Tapi ya buat saya biasa aja," imbuhnya.