Ia menjelaskan perkembangan jumlah uang beredar dalam arti luas di Indonesia pada Juli 2026 sebagian besar dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada pemerintah pusat.

Dalam hal ini, penyaluran kredit pada Juli 2026 tercatat sebesar Rp 8.970,2 triliun atau tumbuh 13,0% (yoy). Angka ini tercatat meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 12,1% yoy.

"Kredit yang diberikan hanya dalam bentuk Pinjaman (Loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (Debt Securities), tagihan akseptasi (Banker's Acceptances), dan Tagihan Repo," papar Ramadan.