NADIKABAR.COM — PT Pertamina Patra Niaga menyatakan ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) aman dan mencukupi. Hal ini disampaikan Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto saat menyoroti antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Eko mengatakan antrean tersebut dipicu oleh terjadinya shifting atau pergeseran konsumsi BBM akibat kenaikan harga minyak dunia.

"Ini sebenarnya secara BBM stok tersedia, hanya karena terjadinya shifting karena kenaikan harga cukup tinggi ya, shifting dari produk-produk yang non-PSO, Pertamax series, kemudian Dex itu ke Pertalite maupun ke Biosolar (produk BBM subsidi)," ujar Eko dalam acara Pertamax Journey di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (11/9/2026).

Pergeseran konsumsi masyarakat beralih ke BBM subsidi ini berdampak langsung pada penumpukan kendaraan di beberapa titik penyalur. Di sisi lain, fasilitas sarana dan prasarana (sarpras) di SPBU memiliki keterbatasan ruang untuk menambah dispenser atau nozzle, khusus Pertalite dan Biosolar secara instan karena telah didesain sesuai dengan populasi kebutuhan awal masyarakat setempat.