Sementara itu, data center menjadi salah satu fokus dalam strategi hijau Telkom. Pengelolaan data center membutuhkan energi besar seiring meningkatnya kebutuhan cloud computing, big data, dan teknologi berbasis artificial intelligence (AI).

Karena itu, TelkomGroup memasukkan pengembangan green data center sebagai bagian dari upaya membangun infrastruktur digital yang lebih ramah lingkungan. TelkomGroup juga menargetkan lebih dari 50% data center menggunakan energi terbarukan pada 2040.

Lebih lanjut, target tersebut menjadi bagian dari arah transisi energi Telkom dalam jangka panjang. Dengan demikian, agenda hijau perusahaan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi aspek lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan infrastruktur digital dan mendukung pertumbuhan bisnis.

Melalui dekarbonisasi, efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, penerapan BTS dengan teknologi energi mandiri, hingga pengembangan green data center, TelkomGroup berupaya membangun infrastruktur yang mampu menopang kebutuhan ekonomi digital sekaligus lebih efisien dalam penggunaan energi