"Penerapan langkah transformasi ini menjadi bagian penting dari penyehatan yang dilakukan WIKA. Penurunan utang mitra kerja dan kreditur, pengelolaan kas secara tepat, peningkatan tata kelola, penurunan opex dan penerapan lean construction menjadi prioritas utama Perseroan dalam memastikan keberlanjutan bisnis yang sehat dan kuat. Langkah ini sekaligus menjaga kualitas kinerja operasional semakin optimal di tengah tantangan sektor konstruksi," ujar Corporate Secretary WIKA, Ngatemin dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).
"Perseroan memberikan apresiasi atas dukungan yang telah dan akan diberikan sehingga langkah penyehatan ini dapat berjalan baik. Transformasi penyehatan ini adalah upaya berkelanjutan yang secara konsisten akan dijalankan Perseroan untuk memberikan nilai tambah kepada seluruh stakeholders," lanjut Ngatemin.
Dari sisi operasi, Gross Profit Margin (GPM) Q2 2026 Perseroan tercatat meningkat menjadi 14,1% dari 8,1% periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan margin tersebut berasal dari keunggulan aktivitas bisnis utama Perseroan yaitu infrastruktur & Bangunan Gedung serta EPCC. Sehingga berkontribusi pada EBITDA operasi Perseroan yang tercapai positif sebesar Rp769,01 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa pasca dilakukannya restrukturisasi tahap I, kinerja operasi Perseroan mampu berjalan semakin unggul, efektif dan efisien.