Langkah ini mencerminkan pengelolaan kas yang disiplin, mandiri dan konsisten untuk terus menekan pokok utang, dimana pembayaran atas utang tersebut bersumber dari arus kas operasi Perseroan.

Perbaikan di sisi kas operasi juga diperkuat dengan pemilihan proyek secara selektif berbasis pembayaran bulanan (monthly progress) yang telah mencapai 96% dari total kontrak berjalan, serta upaya percepatan penagihan piutang. Dimana sepanjang Q2 2025 hingga Q2 2026, Perseroan berhasil menurunkan total piutang sebesar Rp2,07 triliun sehingga berkontribusi langsung terhadap ketersediaan likuiditas.