"Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat," kata Dody dalam keterangan resminya, Sabtu (22/8/2026).

Lebih lanjut, Dody menjelaskan saat ini, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah menetapkan status darurat bencana karhutla. Untuk membantu penanganan darurat bencana itu, pihaknya telah menyalurkan sejumlah bantuan berupa pompa serta mendukung distribusi air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekurangan air. Bantuan ini diberikan termasuk di sejumlah titik di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Sanggau.

Kementerian PU juga turut menerjunkan sejumlah personel ke berbagai wilayah, termasuk Ketapang dan Kubu Raya, untuk mengidentifikasi kebutuhan penanganan dari sisi sumber daya air maupun infrastruktur.

Hingga saat ini, BWS Kalimantan I dan BPBPK Kalimantan Barat telah menurunkan berbagai peralatan pendukung. Peralatan tersebut tim redaksi lain empat unit pompa pemadam, 10 unit pompa alkon, dua unit genset, satu unit peralatan geolistrik, serta empat unit toren air berkapasitas 5.000 liter.