NADIKABAR.COM — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mempercepat peningkatan kapasitas infrastruktur dermaga di lintasan Ketapang-Gilimanuk yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali.
Peningkatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan operasional, meningkatkan fleksibilitas pelayanan kapal, serta mengantisipasi peningkatan mobilitas penumpang dan kendaraan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, peningkatan kapasitas dermaga merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan infrastruktur. Percepatan pekerjaan dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, kualitas konstruksi, dan kesiapan operasional.
"Kami terus mendorong percepatan pekerjaan agar kedua dermaga dapat beroperasi secara fungsional pada periode Nataru 2026/2027, sehingga kapasitas dan fleksibilitas pelayanan semakin baik dalam mendukung kelancaran perjalanan masyarakat," ujar Heru dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2026).
Program peningkatan kapasitas dermaga direncanakan berlangsung secara bertahap pada 2026-2029. Pada tahap pertama tahun ini, pekerjaan difokuskan pada Dermaga Ponton Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur, dan Dermaga II Gilimanuk di Jembrana, Bali.
Kedua fasilitas tersebut ditingkatkan untuk mendukung pelayanan kapal dengan kapasitas yang lebih besar sekaligus memperkuat keandalan infrastruktur penyeberangan.
Pada sisi Ketapang, Dermaga Ponton yang sebelumnya difungsikan sebagai anchorage area atau daerah labuh jangkar memiliki kapasitas beban 10 ton dan melayani kapal dengan kapasitas hingga 500 GRT.
Melalui peningkatan ini, fasilitas tersebut akan dikembangkan menjadi dermaga movable bridge (MB) dengan kapasitas beban 60 ton dan kemampuan melayani kapal hingga 5.000 GRT.
Sementara itu, Dermaga II Gilimanuk yang sebelumnya memiliki kapasitas beban 30 ton dan melayani kapal hingga 2.000 GRT akan ditingkatkan menjadi berkapasitas 60 ton, dengan kemampuan melayani kapal hingga 5.000 GRT.
Peningkatan tersebut diharapkan memperkuat kesiapan infrastruktur dalam mendukung operasional kapal dengan kapasitas lebih besar. Pengembangan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan fleksibilitas pengaturan sandar dan pemuatan kapal sesuai kebutuhan operasional.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto menjelaskan bahwa pekerjaan peningkatan kapasitas kedua dermaga telah dimulai sejak Agustus 2026.
"Untuk mengejar target penyelesaian, kami menerapkan sejumlah strategi percepatan melalui optimalisasi tahapan pekerjaan, pemanfaatan sumber daya secara efektif, serta penerapan metode pelaksanaan yang adaptif dan efisien," jelas Media.
Di tengah berlangsungnya pekerjaan peningkatan infrastruktur, operasional penyeberangan Ketapang-Gilimanuk tetap dikelola dengan memperhatikan kebutuhan layanan dan keselamatan pelayaran.
Berdasarkan data operasional pada Selasa (13/10), terdapat 26 kapal yang tercatat dalam pengaturan operasional lintasan. Upaya ini menjadi bagian dari kesiapan ASDP dalam menjaga kelancaran layanan selama pekerjaan peningkatan infrastruktur berlangsung.
"Kami tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan operasional harian tetap berjalan dengan baik. Koordinasi di lapangan, kesiapan armada, dan kedisiplinan pengguna jasa menjadi faktor penting agar layanan penyeberangan tetap optimal," tambah Media.