"Kami rutin melakukan razia minuman keras. Ini menjadi bagian dari upaya kami melakukan perbaikan terhadap persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Malang KH Soleh Arifin menyambut baik komunikasi yang dibangun Kapolres Malang dengan para tokoh agama. Menurutnya, pendekatan jemput bola menjadi salah satu cara efektif untuk mencegah persoalan sosial maupun keagamaan berkembang menjadi konflik.
"Prinsip kami sejak dulu adalah jemput bola. Jangan sampai ada persoalan di masyarakat yang dibiarkan membesar. Komunikasi dan koordinasi dengan kepolisian menjadi bagian penting untuk menjaga kerukunan," kata Soleh.
Soleh menilai kehadiran bhabinkamtibmas di tengah masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, pendekatan humanis yang dilakukan polisi perlu terus dipertahankan agar masyarakat tidak ragu menyampaikan persoalan yang dihadapi.
Rulian berharap sinergi antara kepolisian, FKUB, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat. Rulian menilai keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada polisi, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan para tokoh agama dan masyarakat sangat penting. Mari bersama-sama menjaga Kabupaten Malang tetap aman, rukun, dan kondusif," imbuhnya.