"Barang bawaan penumpang mungkin terlihat biasa, tetapi dari perspektif karantina, setiap produk hewan, ikan, tumbuhan, maupun benih memiliki potensi risiko," katanya.
Ia menjelaskan produk hewan dan hasil perikanan dapat menjadi media pembawa agen penyakit, sedangkan buah, sayuran, biji-bijian, dan benih berpotensi membawa organisme pengganggu tumbuhan yang tidak selalu dapat dikenali secara kasatmata.
"Pada jalur kedatangan internasional, seluruh media pembawa yang ditahan diketahui berasal dari Malaysia. Komoditas tersebut meliputi produk hewan, hasil perikanan, buah dan sayuran, biji-bijian, serta benih tanaman," kata dia.
Untuk produk hewan, kata dia, petugas menemukan bakso, daging, kulit kerupuk, madu, nugget ayam, produk susu, sosis, dan telur ayam kampung. Sementara itu, produk perikanan yang ditahan antara lain bakso ikan, cumi kering, ikan asin kering, ikan, dan pempek ikan.
"Dari kelompok tumbuhan, petugas menemukan anggur, pir, apel, dokong, anggur muskat, kelengkeng, kentang, bawang bombai, bawang merah, bawang putih, gandum, biji durian, biji lada, biji kecipir, cabai kering, daun kari, stroberi, dan biji pala," kata dia.