NADIKABAR.COM — Kasus perselisihan yang dipicu suara knalpot bising di Perumahan Royal Cikunir, Bekasi Selatan, Kota Bekasi berakhir damai. Perdamaian tercapai setelah dua belah pihak melakukan mediasi dan mencabut laporannya masing-masing.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Verdika Bagus Prasetya, menyampaikan kesepakatan damai itu tercapai melalui mekanisme restorative justice. Dalam pertemuan di Polres Metro Bekasi Kota pada Jumat (2/10/2026), kedua belah pihak saling bermaafan dan mencabut laporannya serta berkomitmen tak mengulangi perbuatannya.

"Para pihak telah saling memaafkan dan sepakat menyelesaikan persoalan melalui keadilan restoratif atau restorative justice," kata Verdika dalam keterangannya.

Seperti diketahui, kasus yang viral di media sosial itu membuat kedua belah pihak saling lapor polisi. Polres Metro Bekasi Kota menerima dua laporan dari pihak keluarga yang rumahnya di rusak dan juga dianiaya, dan satu laporan lainnya dari pihak bengkel yang diduga memicu perselisihan gara-gara knalpot bising.

Dalam perkara yang dilaporkan oleh pemilik rumah, Polres Metro Bekasi Kota telah menangkap dua orang tersangka. Penyidikan terhadap kedua tersangka itu telah dihentikan seiring adanya kesepakatan damai tersebut.

"Proses penyidikan telah dihentikan, dan dua tersangka dalam perkara dugaan pemukulan yang ditangani Satreskrim juga telah dibebaskan," imbuh Verdika.

Verdika menekankan bahwa penyelesaian perkara tersebut disertai tanggung jawab para pihak untuk menepati kesepakatan. Komitmen tidak mengulangi perbuatan menjadi bagian penting dari perdamaian agar persoalan yang sama tidak kembali terjadi.

"Permintaan maaf perlu diikuti perubahan sikap, terutama dalam menghadapi perselisihan. Proses hukum yang telah dijalani harus menjadi pelajaran bahwa tindakan kekerasan maupun perusakan membawa kerugian dan konsekuensi hukum," sambungnya.

Peristiwa itu terjadi pada 29 September 2026 di wilayah Jaka Mulya, Bekasi Selatan. Berdasarkan laporan yang diterima, salah satu pihak mengaku mengalami kekerasan bersama kedua anaknya setelah menegur suara bising knalpot dari bengkel.

Sementara pihak bengkel juga melaporkan mengalami kekerasan ketika berusaha melerai cekcok. Pada malam yang sama, sejumlah orang mendatangi rumah salah satu pihak, yang kemudian berujung pada laporan dugaan perusakan.