NADIKABAR.COM — Terkait aturan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengenai penerapan aturan perlindungan sisa kuota internet pelanggan atau kuota tak hangus, XLSmart beri tanggapan. Direktur & Chief Regulatory Office XLSmart Merza Fachys menyebut tidak ada aturan yang inkonstitusional.

"Artinya semua aturan yang mengatur tentang telekomunikasi yang digugat oleh penggugat itu, dinyatakan oleh pemerintah, itu tidak inkonstitusional. Artinya tidak perlu ada peraturan yang berubah," terang Merza di acara Media Update XL Ultra 5G+, Kamis (15/10/2026), di Solo, Jawa Tengah.

Oleh sebab itu, Komdigi pada dasarnya tidak mengubah aturan. Komdigi hanya memberikan kejelasan melalui sifatnya surat edaran.

Menurut Merza, Komdigi memperbolehkan operator untuk memberikan produk baik yang rollover maupun yang non-rollover. Jadi tidak ada larangan untuk membuat produk non-rollover.

"Tidak harus semuanya harus rollover. Nah, ketika kemudian untuk produk yang non-rollover habis masa berlakunya, maka operator diminta untuk tetap melindungi hak konsumen. Jadi tidak harus, tapi harus melindungi hak konsumen," imbuhnya.

Ada beberapa opsi untuk melindungi hak konsumen. Salah satu pilihannya adalah memang membiarkan konsumen sampai habis. Yang kedua, pilihannya adalah memperpanjang masa aktifnya.

"Jadi misalkan mau beli 10 GB masih terpakai 8 GB, nanti ada sisa 2 GB. Salah satu pilihannya oke saya kasih waktu seminggu lagi habisin. Tapi kalau seminggu lagi nggak habis, ya sudah selesai," ungkapnya.

Pilihan selanjutnya ialah refund atau pengembalian dana, dan terakhir diperbolehkan dengan substitusi produk lain. Namun, disebutkan pula 'dengan cara lain' pun diperbolehkan selama memenuhi hak pelanggan.

"Ketika sudah berjalan sebulan kemarin, Komdigi meminta laporan dari para operator untuk melaporkan sudah sejauh mana menyikapi keputusan MK atau Surat Edaran Komdigi. Tentu saja XLSmart menjadi salah satunya sudah melaporkan. Dari 106 macam produk, itu dinyatakan kita 96 itu accessible," ujar Merza.

"Yang delapan, kalau saya nggak salah itu dikatakan kurang optimal. "Apa maknanya kurang optimal?" Saya tanya, (jawabannya) "Ya dioptimalkan lagi"," tandasnya.