NADIKABAR.COM — PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat jumlah penumpang warga negara asing (WNA) yang menggunakan kereta cepat Whoosh mencapai lebih dari 1 juta orang selama tiga tahun beroperasi.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan tingginya penggunaan Whoosh oleh wisatawan mancanegara turut mendukung konektivitas pariwisata antara Jakarta dan Bandung.

"Jumlah penumpang warga negara asing mencapai lebih dari 1 juta orang, dengan sekitar 43 persen atau 430 ribu penumpang berasal dari Malaysia," kata Eva di Bandung, Jabar, Senin.

Secara keseluruhan, KCIC telah melayani 18,2 juta penumpang sejak mulai beroperasi secara komersial pada 17 Oktober 2023 hingga 16 Oktober 2026.

"Selama tiga tahun terakhir, Whoosh telah menjadi bagian dari mobilitas masyarakat. Kepercayaan lebih dari 18 juta penumpang menunjukkan bahwa layanan kereta cepat semakin diterima dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan perjalanan antara Jakarta dan Bandung," ujarnya.

Eva menjelaskan sejak memulai layanan komersial berbayar pada 17 Oktober 2023, Whoosh terus berkembang dari sisi operasional maupun jumlah pengguna. Jumlah perjalanan meningkat dari 14 menjadi 62 perjalanan per hari.

Sementara itu, volume penumpang harian yang semula sekitar 9.000 orang meningkat hingga mencapai puncaknya lebih dari 26.000 penumpang dalam satu hari. Saat ini, Whoosh juga melayani lebih dari 500 ribu penumpang setiap bulan.

Secara tahunan, Whoosh melayani sekitar 1,14 juta penumpang pada Oktober hingga Desember 2023, kemudian 6,06 juta penumpang sepanjang 2024 dan 6,2 juta penumpang pada 2025. Adapun pada Januari hingga 16 Oktober 2026, jumlah penumpang mencapai sekitar 4,86 juta orang.

"Dari sisi operasional, KCIC mencatat Whoosh mempertahankan catatan nihil kecelakaan selama tiga tahun beroperasi. Tingkat ketepatan waktu layanan mencapai 99,4 persen, sedangkan tingkat kepuasan pelanggan tercatat sebesar 95,95 persen," kata Eva.