Tidak hanya panas dari api, asap dari kebakaran hutan juga menghasilkan jelaga yang dapat menutupi lukisan sehingga terlihat buram dan sulit diidentifikasi.

Pada hari Kamis dan Jumat kemarin, pemadam kebakaran masih berupaya untuk memadamkan api di bagian lain taman nasional tersebut. Saat ini kondisi di sekitar gua dan taman nasional masih kering dan belum ada hujan.

"Jika kita tidak segera melakukan sesuatu, jika tidak ada upaya mitigasi taktis untuk insiden ini, kita akan kehilangan salah satu bukti sejarah manusia yang paling menakjubkan di Maros-Pangkep," kata Basran.