Dalam penelitian 'Wildlife in Disturbed Forests: Reptile and Amphibian Diversity in South Papua' yang diterbitkan jurnal Media Konservasi IPB University pada November 2025, peneliti mengkaji keanekaragaman reptil dan amfibi di kawasan hutan produksi Boven Digoel, Papua Selatan.

Hasil penelitian yang dilakukan melalui survei lapangan pada Juni-Juli 2023 ini menunjukkan habitat dengan tingkat gangguan tinggi memiliki jumlah individu dan spesies reptil serta amfibi paling rendah. Dua spesies reptil yang dilindungi juga tercatat di kawasan penelitian tersebut.

Meski penelitian ini mengkaji gangguan habitat akibat aktivitas penebangan, bukan dampak kebakaran secara khusus, temuannya memperlihatkan bagaimana perubahan kondisi habitat dapat memengaruhi komunitas satwa di Papua.

Salah satu kekhawatiran ekologis dari kebakaran di Papua Selatan adalah terganggunya kawasan lahan basah yang menjadi habitat burung migran. Burung migran membutuhkan lokasi persinggahan untuk beristirahat dan memperoleh makanan selama perjalanan panjang antarbenua.

Padang rumput, rawa, dan perairan dangkal menyediakan sumber pakan seperti ikan kecil, serangga, serta organisme air lainnya. Jika vegetasi di sekitar rawa dan lahan basah terbakar, kondisi habitat dapat berubah. Kebakaran juga berpotensi mengurangi ketersediaan makanan dan tempat berlindung bagi satwa.

Damianus V.S. Woghomugu dan Hermanus Warmetan dari Universitas Papua dalam penelitiannya, menjelaskan pentingnya pengelolaan kawasan lahan basah Taman Nasional Wasur sebagai habitat burung migran.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa keunikan keanekaragaman hayati Wasur dipengaruhi oleh berbagai tipe hutan, karakteristik kawasan, dan kondisi habitat yang membentuk ekosistem tersendiri. Karena itu, kerusakan satu bagian habitat berpotensi memengaruhi fungsi ekologis kawasan secara lebih luas.

Persoalan lain yang perlu diwaspadai adalah kebakaran yang terjadi berulang kali. Ekosistem hutan membutuhkan waktu untuk memulihkan vegetasi dan fungsi ekologisnya setelah mengalami kebakaran.