NADIKABAR.COM — Keberlanjutan investasi dan operasi PT Freeport Indonesia (PTFI) dinilai dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Dampak tersebut antara lain berupa peningkatan penerimaan negara, penguatan hilirisasi, keberlanjutan lapangan kerja lokal, hingga pembangunan infrastruktur dan sosial.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti mengatakan nilai investasi dan penambahan porsi saham Freeport nantinya berpotensi memperbesar pemasukan kas negara.

"Penambahan nilai investasi (termasuk potensi tambahan investasi sekitar USD 20 miliar dalam 20 tahun ke depan) dan porsi saham memperbesar pemasukan kas negara melalui dividen, pajak, royalti, dan pungutan lainnya," kata Esther kepada NadiKabar, Kamis (8/10/2026).

Menurut Esther, dampak terhadap penerimaan negara juga akan semakin besar apabila porsi saham pemerintah meningkat menjadi 63%. Dengan porsi tersebut, bagian penerimaan dari dividen yang disalurkan melalui MIND ID serta BUMN akan semakin besar.

Peningkatan investasi Freeport juga dapat memperkuat hilirisasi industri di dalam negeri. Salah satunya melalui fasilitas pengolahan dan pemurnian atau smelter di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik.

Keberadaan fasilitas tersebut dapat memperkuat rantai pasok industri dalam negeri, meningkatkan nilai ekspor, sekaligus menekan angka impor.

Dari sisi pengelolaan sumber daya, penyesuaian izin dan kesepakatan baru, termasuk tambahan 12% saham yang dialihkan kepada pemerintah, dapat memperkuat posisi negara.

Perpanjangan kepastian operasi dan tambahan saham tersebut juga membuat posisi tawar serta kendali negara atas pengelolaan sumber daya semakin kuat.