Investasi jangka panjang Freeport juga berdampak pada pemberdayaan dan penyerapan tenaga kerja lokal. Proporsi pekerja asli Papua di lingkungan PT Freeport Indonesia dikatakan terus meningkat dan telah mencapai lebih dari 40%.
Peningkatan tersebut didukung investasi jangka panjang pada pendidikan dan pelatihan, termasuk untuk mendukung pengisian posisi teknis hingga manajerial.
"Proporsi pekerja asli Papua di lingkungan PTFI terus meningkat (mencapai lebih dari 40%), didukung investasi jangka panjang pada pendidikan, pelatihan, serta posisi teknis hingga manajerial," papar Esther.
Dorong Infrastruktur dan Pembangunan Sosial
Investasi berkelanjutan juga dapat mendorong pembangunan infrastruktur dan sosial di wilayah sekitar kegiatan operasional Freeport.
Pembangunan tersebut mencakup jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, dan pendidikan. Selain itu, terdapat pula program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) bagi masyarakat sekitar.
"Investasi berkelanjutan mendorong pembangunan infrastruktur wilayah (jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, dan pendidikan) serta program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) bagi masyarakat sekitar," pungkas Esther.
Program investasi sosial Freeport sepanjang 2025 mencapai Rp 2 triliun dan akan terus berlanjut sekitar USD 100 juta atau setara Rp 1,7 triliun per tahun.