Krause mengatakan pencegahan limbah makanan perlu dilakukan lebih cepat agar manfaat pengurangan metana dapat diperoleh dalam waktu relatif singkat. Menurut UNEP, cara paling efektif untuk mengurangi metana dari limbah makanan adalah mencegah makanan menjadi sampah sejak awal.

Inilah salah satu tujuan program Food Waste Breakthrough, yang menargetkan pengurangan limbah makanan hingga setengahnya pada 2030. Jika target tersebut tercapai, emisi metana dapat berkurang hingga 7%.

Upaya tersebut tidak hanya menyasar rumah tangga. Pemerintah, restoran, supermarket, produsen makanan, hingga pemerintah kota juga dapat berperan. Makanan berlebih yang masih layak dikonsumsi dapat disalurkan kepada orang yang membutuhkan. Sementara itu, sistem penyimpanan dan pengelolaan stok yang lebih baik dapat mencegah makanan rusak sebelum sempat dikonsumsi.

UNEP mencontohkan Brasil yang menjalankan kebijakan untuk mengurangi limbah sebelum makanan mencapai tempat sampah. Di Rio de Janeiro, UNEP juga bekerja sama dengan pemerintah kota, sekolah, komunitas, dan pelaku bisnis makanan untuk mengurangi pemborosan.

Memang, tidak semua sisa makanan dapat dicegah. Makanan yang sudah basi atau tidak layak dikonsumsi tetap perlu dikelola. Di sinilah pemisahan sampah organik menjadi penting.

UNEP menjelaskan bahwa makanan menghasilkan metana ketika terurai dalam kondisi kekurangan oksigen seperti di dalam timbunan TPA. Jika sampah organik dipisahkan dan dikomposkan dalam lingkungan yang kaya oksigen, proses penguraiannya lebih banyak menghasilkan karbon dioksida, bukan metana. CO2 tetap merupakan gas rumah kaca, tetapi dalam jangka pendek memiliki kemampuan memerangkap panas jauh lebih rendah dibandingkan metana.

Karena itu, sisa makanan yang tidak bisa diselamatkan masih dapat dialihkan menjadi kompos atau sumber daya lainnya, alih-alih langsung ditimbun di TPA.

Salah satu pendekatan yang juga disorot UNEP adalah penggunaan black soldier fly atau lalat tentara hitam. Pada fase larva, serangga tersebut dapat mengonsumsi limbah makanan dan bahan organik. Setelah dewasa, biomassa serangga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan berprotein tinggi.