NADIKABAR.COM — Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung yang dapat dicegah dengan menjalankan pola hidup sehat, termasuk menerapkan jadwal tidur malam konsisten.

Menurut siaran EatingWell pada Senin (2/11), para ahli menyampaikan pentingnya menerapkan jadwal tidur konsisten agar bisa tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam.

Ahli gizi Brannon Blount menyampaikan bahwa tekanan darah mengikuti ritme harian alami, cenderung meningkat setelah bangun tidur dan menurun saat tidur.

Waktu tidur yang tidak menentu dapat mengacaukan ritme alami harian dan menyebabkan pola tekanan darah yang kurang ideal menurut Michelle Routhenstein, pemilik layanan konseling nutrisi dan kesehatan Entirely Nourished.

Jadwal tidur yang tidak konsisten dapat memengaruhi ritme alami tubuh serta proses-proses yang terlibat dalam pengaturan tekanan darah.

"Tidur yang cukup dan konsisten mendukung ritme sirkadian alami tubuh, meskipun tidur saja tidak dapat menjamin terjadinya pola penurunan tekanan darah yang sehat," kata Routhenstein.

Tidur dan bangun pada waktu yang kurang lebih sama setiap hari bisa membantu menjaga ritme sirkadian tubuh tetap stabil, yang pada gilirannya dapat mendukung pengaturan tekanan darah.

Dietisien Veronica Rouse mengutip hasil penelitian yang mengaitkan variasi waktu tidur dari hari ke hari dengan risiko hipertensi yang lebih tinggi, menunjukkan bahwa keteraturan waktu tidur mungkin sama pentingnya dengan durasi tidur.

"Tidur yang cukup memberikan waktu bagi sistem kardiovaskular untuk memulihkan diri dan berkaitan dengan pengaturan tekanan darah yang lebih sehat," katanya.

Alih-alih fokus membatasi waktu tidur, sebaiknya mengupayakan tidur dalam durasi yang direkomendasikan, tujuh hingga sembilan jam, serta memperhatikan kebiasaan tidur secara keseluruhan.

Selain itu, penerapan pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, dan pemantauan tekanan darah secara berkala juga penting dalam upaya untuk mencegah hipertensi.

Pola makan dengan lebih banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan makanan kaya kalium seperti pisang, kentang, dan alpukat menurut Blount baik untuk menjaga tekanan darah dalam kisaran normal.

Bergerak secara teratur juga dapat membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular, kata Blount.

Routhenstein mengatakan, sebaiknya mengusahakan melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang seperti jalan cepat setiap pekan.

Selain itu, Blount menyarankan pengukuran tekanan darah mandiri secara berkala untuk mengetahui fluktuasi tekanan darah dan mendeteksi dini peningkatannya.

Penerjemah: Sri Dewi Larasati