Rahmat mengaku melihat perkembangan itu sebagai bagian dari dinamika ekonomi yang perlu dibaca bersama indikator lainnya.
"Dan karena kebijakan-kebijakan itu, hari ini Lampung menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi nomor dua terdekat di Sumatera. Ini semua karena kebijakan petani. Terima kasih," ujar Rahmat.
Selain perbaikan harga komoditas, Pemprov Lampung juga mendorong peningkatan nilai tambah hasil pertanian melalui hilirisasi.
Singkong yang sebelumnya banyak dipasarkan dalam bentuk bahan mentah pun mulai dikembangkan menjadi produk olahan, termasuk tepung mocaf. Upaya ini memperluas manfaat ekonomi komoditas dari tahap produksi hingga proses pengolahan di tingkat desa.
Rahmat mengatakan, pengembangan produk turunan singkong adalah langkah memperluas pasar dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Saat ini pun, sudah ada rencana ekspor mocaf ke Amerika Serikat di bulan berikutnya.
"Ini semua terjadi karena kebijakan Presiden yang tepat menaikkan harga komoditas, menjaga petani-petani kita semangat untuk melakukan hilirisasi," kata Rahmat.
Mentan Amran menyatakan, pemerintah akan terus mendukung kebijakan dan regulasi yang berpihak kepada petani. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah agar persoalan yang dihadapi petani dapat ditangani secara cepat dan tepat.
"Kami mendukung apa yang dibutuhkan petani. Regulasi yang diperlukan untuk kepentingan dan keuntungan petani akan kami selesaikan," pungkas Amran.