NADIKABAR.COM — Kecemasan dapat muncul sebagai respons terhadap tekanan hidup atau menjadi gejala dari kondisi kesehatan mental lain, karena itu, memahami penyebab kecemasan menjadi langkah penting sebelum menentukan penanganan yang tepat.
Psikiater sekaligus asisten profesor klinis di Yale School of Medicine, Mark Rego, MD, menjelaskan bahwa kecemasan merupakan gejala psikologis yang umum dan dapat muncul dalam berbagai gangguan kejiwaan.
Dalam laman Psychology Today pada Selasa (27/10) waktu setempat, Rego mengatakan kecemasan tidak selalu menunjukkan adanya gangguan kecemasan. Kondisi tersebut juga dapat menyertai depresi atau muncul ketika seseorang menghadapi tekanan berat, seperti perceraian, kehilangan pekerjaan, masalah keuangan, dan kematian anggota keluarga.
Menurut Rego, kecemasan merupakan respons otak terhadap ancaman yang dirasakan, tetapi sumber ancaman tersebut tidak selalu jelas. Kondisi ini berbeda dari rasa takut yang biasanya muncul ketika seseorang mengetahui secara spesifik apa yang mengancam dirinya.
Kecemasan dapat muncul dalam bentuk kekhawatiran berkepanjangan, ketegangan otot, dan telapak tangan berkeringat. Sementara itu, serangan panik dapat ditandai dengan jantung berdebar, pusing, nyeri dada, mati rasa, sesak napas, serta perasaan takut yang intens.
Rego menjelaskan bahwa usia saat gejala pertama kali muncul, jenis keluhan, situasi kehidupan, dan gejala lain yang menyertai perlu diperhatikan untuk memahami kondisi seseorang.
Pada anak dan remaja, kecemasan dapat berkaitan dengan faktor temperamen, lingkungan keluarga, perundungan, atau masalah di sekolah. Pada orang dewasa, kecemasan yang baru muncul juga dapat berkaitan dengan tekanan hidup atau depresi.
Sementara itu, kecemasan yang muncul pada usia lanjut perlu dinilai bersama gejala lain, termasuk perubahan suasana hati dan kemampuan kognitif. Pemeriksaan profesional diperlukan untuk menentukan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan gangguan psikologis atau kondisi medis tertentu.
Rego menekankan bahwa seseorang yang merasa cemas tidak perlu langsung menyimpulkan dirinya mengalami gangguan kejiwaan. Namun, jika kecemasan berlangsung lebih lama dari yang sewajarnya, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai gejala lain, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan mental dapat membantu mengidentifikasi penyebab dan menentukan penanganan.
Dengan memahami konteks munculnya kecemasan, penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing orang.
Penerjemah: Farika Nur Khotimah