Jay Shambaugh, peneliti senior di Brookings, mengatakan perubahan tiba-tiba pada Starlink adalah bagian dari pola semenjak Trump kembali menjabat, di mana AS bertindak sebagai sekutu yang tidak dapat diandalkan.

Shambaugh memperingatkan seiring berjalannya waktu, hal itu dapat menurunkan ekspor AS ke Uni Eropa jika mereka tidak ingin bergantung pada sesuatu yang bisa diputus sewaktu-waktu oleh AS.

Para pesaing Starlink sudah bermunculan, termasuk Leo milik Amazon, Eutelsat dari Prancis, dan layanan mendatang dari Blue Origin milik Jeff Bezos bernama TeraWave.

Di luar Ukraina, beberapa negara menjajaki sistem komunikasi satelit sendiri. Uni Eropa membangun IRISΒ², konstelasi yang terdiri dari ratusan satelit, tetapi peluncuran pertamanya diperkirakan baru terjadi di 2029.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina Februari 2022, para investor menggelontorkan sekitar USD 8 miliar untuk mendanai alternatif pengganti Starlink dan Starshield, menurut riset yang dilakukan Anderson. Sekitar USD 3,9 miliar mengalir ke pihak yang berpotensi menjadi pesaing Starlink, sebagian besar ke Spacesail dan China SatNet.

Virginia Burger, analis senior kebijakan pertahanan dari Project on Government Oversight, menilai masalah yang ada saat ini adalah belum adanya alternatif pengganti yang langsung setara untuk Starlink.