"Supaya nantinya feses anak tidak jadi lunak, tidak kolik, dan tidak konstipasi. Bahkan bisa kirim sinyal bagus juga ke otak dan akhirnya regulasi emosi anak lebih bagus," ia menambahkan.

Dokter Ray ​​​​​​​mengatakan bahwa masalah pencernaan bisa membuat anak menjadi lebih mudah marah, cemas, dan tantrum.

Menurut penelitian berjudul Breaking the cycle: Psychological and social dimensions of pediatric functional gastrointenstinal disorders" yang dipublikasikan di World Journal of Clinical Pediatrics pada 2025, sekitar 58 persen anak dengan gangguan fungsi pencernaan menunjukkan tanda-tanda disregulasi emosi.