NADIKABAR.COM β€” Pakar kesehatan masyarakat Dr.dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK. menekankan pentingnya kecukupan asupan serat bagi kesehatan pencernaan anak.

"Yang terbukti secara klinis dan sudah dibuktikan oleh penelitian di Indonesia adalah memberikan asupan zat-zat bergizi yang dapat membuat sistem pencernaan itu bekerja dengan baik, dan ternyata sesimpel kasih serat yang cukup," katanya di Jakarta, Kamis.

Dalam acara diskusi bertajuk "Pencernaan Sehat, Kecerdasan Anak Optimal", dia mengatakan bahwa ada triliunan bakteri baik yang membantu proses pencernaan di saluran cerna anak. Bakteri-bakteri itu membutuhkan serat.

Kebutuhan serat dapat dipenuhi dengan mengonsumsi makanan sumber serat seperti sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Anak-anak berusia di bawah lima tahun kadang susah makan sayur dan buah. Oleh karena itu, orang tua perlu bersiasat untuk memenuhi kebutuhan seratnya.

Dokter Ray mengatakan bahwa produk pangan yang diperkaya dengan serat seperti inulin, fruktooligosakarida (FOS), dan Galakto-oligosakarida (GOS) juga bisa menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan serat anak.

"Secara klinis ketiga serat itu terbukti selain bisa membuat kolonisasi bakteri itu bagus, dan bikin short chain fatty acid atau zat-zat asam di perut bisa lebih banyak dikeluarkan," kata dokter yang ikut menginisiasi Gut and Immunity Council di Indonesia itu.

"Supaya nantinya feses anak tidak jadi lunak, tidak kolik, dan tidak konstipasi. Bahkan bisa kirim sinyal bagus juga ke otak dan akhirnya regulasi emosi anak lebih bagus," ia menambahkan.

Dokter Ray ​​​​​​​mengatakan bahwa masalah pencernaan bisa membuat anak menjadi lebih mudah marah, cemas, dan tantrum.

Menurut penelitian berjudul Breaking the cycle: Psychological and social dimensions of pediatric functional gastrointenstinal disorders" yang dipublikasikan di World Journal of Clinical Pediatrics pada 2025, sekitar 58 persen anak dengan gangguan fungsi pencernaan menunjukkan tanda-tanda disregulasi emosi.