"Potensi dari sektor kesehatan, jumlah warga yang berobat ke luar negeri termasuk Singapura, Penang dan yang lain itu sekitar 2 juta orang, dan biaya yang dibayarkan sekitar Rp 200 triliun," kata Airlangga dalam Rakernas KEK Triwulan III Tahun 2026.

Pemerintah membidik potensi penghematan devisa Rp 150 triliun melalui pengalihan pasien yang selama ini berobat ke luar. Angka tersebut dihitung dengan asumsi rata-rata pengeluaran Rp 75 juta per pasien.

Selain itu, pemerintah menargetkan potensi penerimaan devisa Rp 200 triliun dengan menarik 1,25 juta pasien internasional. Perhitungan tersebut menggunakan asumsi rata-rata pengeluaran pengobatan sebesar Rp 160 juta per pasien.