NADIKABAR.COM β Untuk pertama kalinya keluarga di China lebih banyak menanggung lansia daripada anak. Berdasarkan data resmi Biro Statistik Nasional China, rasio penduduk lanjut usia yang bergantung pada penduduk usia kerja di China mencapai 23% pada tahun lalu, melampaui rasio pada anak-anak sebesar 22%.
Mengutip BBC, Sabtu (31/10/2026), pemerintah menduga indikator itulah yang menyebabkan turunnya angkatan kerja China. Kondisi ini tentu akan berdampak pada ekonomi serta terhadap pertumbuhan ekonomi global secara keseluruhan.
Data terkini dari menunjukkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 223 juta penduduk berusia 65 tahun ke atas, yang mencakup hampir 16% dari total populasi negara tersebut. Pada saat yang sama, terdapat sekitar 213 juta anak berusia 14 tahun ke bawah.
Dalam beberapa tahun terakhir, China tengah bersiap menghadapi proporsi penduduk lanjut usia yang terus meningkat. Oleh sebab itu, pemerintah terus mendorong generasi muda untuk menikah dan memiliki lebih banyak anak.
Dosen sosiologi di National University of Singapore, Mu Zheng mengatakan, kondisi ini dapat menjadi tantangan bagi ambisi negara tersebut, karena berpotensi membatasi pertumbuhan ekonomi serta daya beli masyarakat.Populasi China yang menua disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk urbanisasi yang pesat serta dampak dari kebijakan satu anak yang kontroversial. Kebijakan itu diberlakukan sejak tahun 1980 hingga akhir 2015.
Kala itu, strategi tersebut dirancang untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk China yang sangat cepat. Saat kebijakan itu dilakukan pemerintah telah mencegah sekitar 400 juta kelahiran sejak pertama kali diterapkan, meskipun angka ini sempat diperdebatkan.
Itulah sebabnya saat ini jumlah penduduk semakin menurun dan mengakibatkan semakin sedikitnya generasi muda untuk menopang jumlah kerabat lanjut usia yang terus bertambah.