Ia menjelaskan perkembangan gaya hidup halal atau halal lifestyle kini menjadi tren di berbagai belahan dunia, termasuk di kalangan generasi muda. Kesadaran terhadap kehalalan produk turut memengaruhi keputusan konsumen dalam memilih barang dan jasa.
Dalam konteks ekonomi, kecenderungan tersebut menjadi peluang bagi produsen untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat kepercayaan konsumen, dan mengembangkan pasar yang lebih luas. Jaminan kehalalan juga memberikan kepastian bagi konsumen dalam menentukan produk yang sesuai dengan keyakinan dan kebutuhan mereka.
Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam bersama berbagai unsur masyarakat terus mendorong penguatan edukasi halal.
"Peran penyuluh agama, penghulu, mubaligh, dai, lembaga pendidikan, pesantren, dan media penting dalam memperluas pemahaman publik mengenai halal dari berbagai perspektif," kata dia.