Ketika itu, Junaedi sebenarnya sempat membuka peluang untuk meraih kemenangan setelah teknik seoi-nage yang dilancarkannya menghasilkan waza-ari.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan. Parmar berhasil membalikkan keadaan melalui teknik uchi-mata yang menghasilkan ippon. Junaedi pun harus puas dengan medali perak.

Tiga tahun berselang, keduanya kembali dipertemukan dalam pertandingan semifinal Asian Para Games 2026 di Nagoya.

Kali ini, situasinya berbeda. Junaedi tidak lagi tampil pada kelas -60 kg, melainkan telah naik ke kelas -70 kg setelah mempertimbangkan ketatnya persaingan di kelas sebelumnya.

Keputusan tersebut membuahkan hasil. Junaedi akhirnya menundukkan Parmar melalui ippon sekaligus memastikan tiket menuju final.

"Alhamdulillah, saya bisa atas arahan tim pelatih terutama, tim ofisial, dan dukungannya saya bisa dan mampu," ujar Junaedi.