Kemenangan atas Parmar menjadi hasil dari proses panjang yang dijalani Junaedi bersama tim pelatih.
Ia mengakui sebelumnya cenderung menggunakan teknik yang sama ketika bertanding. Kekurangan tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki cara memperoleh pegangan atau kumikata, menentukan posisi, serta mencari waktu yang tepat untuk melancarkan serangan.
"Kalau dulu kan tekniknya itu-itu aja, terus berkat arahan tim pelatih, jadi kumikatanya harus seperti ini," katanya.
Selain memperbaiki teknik, Junaedi juga memperbanyak pengalaman melalui berbagai kejuaraan internasional.
Ia pernah mengikuti pertandingan di Brasil, Georgia, hingga Kazakhstan. Kesempatan tersebut membuatnya semakin terbiasa menghadapi lawan dengan karakter berbeda sekaligus mengasah mental bertanding.
"Timing itu pasti terbentuk karena kita sering bertanding. Sering bertanding keluar kayak kemarin ke Brazil, terus ke Georgia, terus ke Kazakhstan," kata Junaedi.