Prosesi ini diawali dengan wilujengan atau doa, disertai sajian tumpeng, ingkung ayam, dan pisang raja setangkep. Selanjutnya, prosesi diteruskan dengan ngala atau ngalap berkah yang menghadirkan Gunungan Lanang dan Gunungan Wadon.

Dalam rangkaian tersebut, Bambang turut melakukan pemotongan tumpeng dan pelepasan burung dara. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kembul bujana atau makan bersama.

Melalui rangkaian Kirab Pusaka dan Ruwatan Bumi, Kementerian Kebudayaan menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan mengapresiasi kekayaan tradisi Nusantara sekaligus memperkuat komitmen terhadap pelindungan dan pemajuan kebudayaan Indonesia.