"Kami ingin memastikan produk Indonesia tidak hanya dikenal, tetapi juga dipercaya dan menjadi bagian dari pilihan pengadaan jangka panjang perusahaan-perusahaan di Tiongkok. Kami mengundang para buyer Tiongkok untuk melihat lebih dekat potensi produk Indonesia dan mempertimbangkan Indonesia sebagai mitra strategis dalam mengembangkan jaringan usaha," tutur Roro.
Roro menggarisbawahi fondasi utama perdagangan yang kuat yaitu kepercayaan yang tumbuh secara konsisten melalui kualitas produk, pemenuhan komitmen, dan pemahaman atas kebutuhan mitra.
Lebih lanjut, kehadiran para pelaku usaha tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan terhadap potensi ekonomi Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa hubungan perdagangan kedua negara memiliki ruang yang sangat luas untuk terus dikembangkan.
Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia Beijing, Djauhari Oratmangun menyampaikan keberadaan pelaku usaha Indonesia menjadi ujung tombak dalam keberhasilan diplomasi ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah.
"Dampak diplomasi harus hadir sampai di meja makan kita dan hal tersebut dibuktikan dari penandatanganan nota kesepahaman dalam forum hari ini. Hadirnya 900 buyer potensial dari Tiongkok dalam TEI 2026 ini merupakan representasi kinerja nyata diplomasi Indonesia yang dijalankan, baik oleh kalangan pemerintah maupun swasta. Kami proyeksikan banyak kerja sama konkret yang bisa tercipta dalam beberapa hari ke depan," kata Djauhari.
Pada gelaran forum bisnis ini, dilakukan pula penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU), dari sektor investasi, pendidikan, besi baja, boga bahari, dan industrial. Total nilai yang dibukukan mencapai US$ 3,8 miliar.