NADIKABAR.COM — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajak generasi muda untuk menjaga eksistensi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dengan mengutamakannya dalam berbagai aspek kehidupan, sejalan dengan semangat peringatan Sumpah Pemuda.

"Semangat para pemuda pendahulu bangsa perlu terus kita hidupkan melalui pengutamaan Bahasa Indonesia dalam berbagai ranah kehidupan, penghargaan terhadap keberagaman bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing sesuai dengan kebutuhan," kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen Hafidz Muksin pada Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2026 di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Rabu sore.

Ia mengatakan peringatan Bulan Bahasa dan Sastra tahun ini menjadi momentum istimewa karena menandai 100 tahun perjalanan gagasan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan sejak 1926 hingga 2026.