NADIKABAR.COM — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) meningkatkan antusiasme murid dalam pembelajaran sekaligus membantu mereka memahami materi melalui penyajian visual dan media digital yang interaktif.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta Jumat mengatakan pada 2025, Provinsi Lampung menerima 9.907 unit PID dan 9.887 laptop dengan anggaran PID sebesar Rp329,1 miliar.
Khusus di Kota Metro, pihaknya mengalokasikan 193 unit PID dan 193 laptop pada tahun yang sama dengan total anggaran mencapai Rp6,4 miliar.
"Tahun ini, semua sekolah akan mendapatkan tambahan tiga IFP," kata Mendikdasmen Mu'ti.
Ia berharap pemanfaatan teknologi digital yang disertai perencanaan pembelajaran yang baik dapat membantu guru menghadirkan proses belajar yang lebih menarik, memudahkan murid memahami materi, serta meningkatkan semangat belajar.
Pada kesempatan itu, guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 9 Kota Metro, Provinsi Lampung Badrun mengatakan penggunaan PID memungkinkan guru mengintegrasikan berbagai sumber belajar digital, seperti Google, YouTube, Canva, Wayground, dan Wordwall.net, dalam kegiatan pembelajaran.
"Saya memanfaatkan PID dalam pembelajaran agama sebagai alat bantu pembelajaran yang menguatkan proses interaksi bersama murid melalui fitur-fitur yang ada di dalamnya, baik pada sesi awal, inti, maupun media asesmen," kata Badrun.
Menurut dia, penggunaan PID membuat penyampaian materi lebih variatif sehingga murid lebih tertarik mengikuti pelajaran dan terlibat langsung dalam kegiatan belajar.
"Murid lebih tertarik, apalagi diajak langsung terlibat dalam penggunaan PID. Ini mengurangi kondisi murid yang mengantuk dan suka bicara sendiri karena sajiannya lebih variatif dan interaktif," ujarnya.
Penggunaan perangkat tersebut juga membantu guru menyajikan gambaran konkret mengenai materi yang dipelajari sehingga murid lebih mudah memahami konsep yang sebelumnya sulit dibayangkan.
Murid kelas VII SMPN 9 Metro bernama Mezzaluna Azzury mengatakan pembelajaran menggunakan PID terasa lebih menarik dan memudahkan dirinya memahami materi pelajaran.
"PID membuat pembelajaran lebih menarik, kita jadi lebih paham sama materinya, lebih mudah dicerna," kata Mezzaluna.
Hal serupa disampaikan murid kelas VII lainnya, Ratu Qimora, yang merasakan manfaat penyajian gambar dan tayangan visual dalam membantu memahami penjelasan guru.
"Kalau diterangkan guru secara searah, sebelum ada PID, pasti bingung. Dengan PID jadi ada gambarannya, jadi tambah nyambung di otak," ujarnya.
Ratu mengaku sebelumnya mengira PID hanya berupa televisi layar datar biasa.
Namun setelah digunakan dalam pembelajaran, ia mengetahui perangkat tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan materi secara lebih interaktif.
Sementara itu, murid lainnya yang bernama Rizna Aurora Putri berharap jumlah perangkat PID di sekolahnya dapat ditambah agar penggunaannya tidak harus bergantian.
Ia juga berharap materi pembelajaran yang tersedia semakin beragam.