NADIKABAR.COM β Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan Papan Interaktif Digital (PID) membantu murid SMA Negeri 2 Kota Jayapura, Provinsi Papua memahami konsep pembelajaran yang abstrak melalui visualisasi, animasi, dan permainan edukatif sehingga pembelajaran lebih interaktif.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pemanfaatan PID mendapat respons positif karena membantu guru menyampaikan materi secara lebih menarik dan mendukung penerapan pembelajaran mendalam (deep learning).
βDengan demikian, pemanfaatan teknologi pembelajaran melalui PID kami harapkan dapat menjaga antusiasme dan meningkatkan semangat murid saat belajar di sekolah,β ujar Abdul Mu'ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta Pusat, Selasa.
Pada kesempatan tersebut, guru kimia SMA Negeri 2 Kota Jayapura Hardianti mengatakan penggunaan PID membantunya menjelaskan materi yang sulit diamati secara langsung, termasuk melalui Laboratorium Virtual Stoikiometri pada platform Rumah Pendidikan.
βKetika mengetahui adanya PID, saya merasa sangat terbantu. Mata pelajaran memiliki materi yang sifatnya abstrak dan tidak terlihat oleh mata. Murid terkadang bertanya bagaimana contoh konkretnya. Dengan PID, saya bisa mencari dan menunjukkan animasi yang membantu mereka memahami hal-hal yang sebelumnya sulit dibayangkan,β ujar Hardianti.
Menurut dia, pemanfaatan PID tidak hanya mempermudah guru dalam menyampaikan materi, namun juga mendorong kreativitas dalam mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid.
Penggunaan perangkat tersebut turut mengubah dinamika pembelajaran di kelas.
Ia menilai murid menjadi lebih mudah bekerja sama dalam menyelesaikan tugas yang dirancang guru sehingga proses belajar tidak hanya berpusat pada penyampaian materi, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif murid.
Hardianti juga mengatakan pemanfaatan teknologi perlu diimbangi dengan inovasi guru agar pembelajaran semakin menarik dan mampu meningkatkan semangat murid dalam memahami materi.
Manfaat PID pun dirasakan Nelson Mariadu, murid kelas XI SMA Negeri 2 Jayapura.
Ia mengatakan penyajian materi secara visual membantunya memahami konsep kimia yang sebelumnya sulit dibayangkan.
Nelson mencontohkan materi konfigurasi elektron dan bentuk molekul yang dapat dipelajari melalui visualisasi serta permainan edukatif pada perangkat PID.
Selain itu, ia dapat berlatih menyetarakan persamaan reaksi kimia dan menentukan konfigurasi elektron melalui aktivitas interaktif bersama teman-temannya.
βPermainan edukatif seperti latihan menyetarakan persamaan reaksi kimia dan menentukan konfigurasi elektron juga menjadi pengalaman yang berkesan bagi saya. Melalui aktivitas tersebut, saya bersama teman-teman dapat mempelajari konsep secara bertahap dan memaknai kimia dalam aspek lebih luas,β kata Nelson.
Kemendikdasmen telah menyalurkan sebanyak 2.688 unit PID epada 1.409 sekolah di Provinsi Papua dengan total anggaran lebih dari Rp83 miliar, pada 2026.
Adapun khusus di Kota Jayapura, penyaluran PID mencapai 410 unit untuk 144 sekolah dengan nilai anggaran lebih dari Rp12 miliar.